skip to main |
skip to sidebar
DESA BEJI JADI TEMPAT WISATA
Menurut sejarah kelestarian hutan di Wonosadi menjadikan desa di sekitar hutan tersebut termasuk Desa Beji menjadi desa wisata yang memiliki keindahan alam mempersona.
"Ketekunan masyarakat dalam melestarikan lingkungan telah menjadikan hutan adat Wonosadi menjadi tempat berkembangnya aneka flora dan fauna," katanya.
Menurut dia, hutan seluas 25 hektare di Desa Beji, Kecamatan Ngawen itu telah dikembangkan menjadi produk wisata serta laboratorium alam untuk penelitian aneka flora dan fauna.
"Di hutan Wonosadi ada puluhan jenis tumbuhan termasuk yang langka seperti bunga bangkai (amorphophallus titanum) berwarna putih dan anggrek tanah (pecteilis susannae)," katanya.
Selain itu juga ada hewan langka dan dilindungi seperti elang bido, elang jenis alap-alap, belalang merah, dan kelompok tawon gung. "Satwa tersebut hidup nyaman dalam rimbunnya pepohonan yang sebagian di antaranya telah berusia ratusan tahun," katanya.
Sementara itu, tokoh masyarakat adat sekitar Hutan wonosadi, Sudiyo, mengatakan masyarakat di sekitar Wonosadi percaya bahwa hutan ini merupakan warisan yang harus diberikan pada anak cucu, karena itu mereka wajib melestarikannya.
"Legenda dan mitos yang menaungi hutan Wonosadi membuat masyarakat terus menjaga kelestariannya terutama untuk diwariskan pada generasi mendatang," katanya.
Ia menjelaskan, berdasarkan pendataan yang pernah dilakukan berbagai instansi, setidaknya di hutan ini terdapat 43 jenis tanaman, 19 tumbuhan obat serta beberapa jenis jamur. "Terdapat juga beberapa jenis burung langka, amfibi, reptil, mamalia, dan serangga," katanya.
Menurut Sudiyo, ada juga elang jawa dan elang bodol di hutan Wonosadi. "Namun keberadaan dua jenis burung tersebut saat ini tidak bisa ditemui lagi, mungkin burung tersebut telah bermigrasi," katanya.
"Masyarakat adat di sekitar hutan Wonosadi masih percaya bahwa warga harus melestarikan hutan Wonosadi berdasar perintah yang diberikan Onggoloco, yakni putra salah seorang selir Prabu Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit yang melarikan diri dari kejaran pasukan Kerajaan Demak, dan pernah hidup di hutan ini," katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar